PkdpNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperkuat nilai kepedulian sosial, memperbanyak amal kebaikan, serta mempererat hubungan antar sesama.
Di berbagai daerah di Indonesia, semangat berbagi tersebut diwujudkan melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Salah satu contoh nyata hadir dari Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, ketika Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Padang Pariaman menyalurkan dana zakat melalui Program Ramadhan Berkah kepada ratusan garin, bilal, serta guru pendidikan keagamaan.
Kegiatan penyaluran zakat tersebut berlangsung di Masjid Raya Al-Mukhni IKK pada Selasa (10/03/2026). Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti acara yang dihadiri ratusan penerima manfaat dari berbagai wilayah di Kabupaten Padang Pariaman.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Tidak hanya sekadar bantuan finansial, program ini juga menjadi bentuk penghargaan kepada para tokoh yang selama ini mengabdikan diri untuk menjaga kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Menghargai Pengabdian Para Penjaga Rumah Ibadah
Kegiatan penyaluran zakat diawali pada pagi hari dengan pemberian bantuan kepada para garin dan bilal yang bertugas di masjid maupun surau di seluruh wilayah Kabupaten Padang Pariaman.
Sebanyak 290 orang garin dan bilal menerima bantuan tersebut. Mereka adalah sosok-sosok yang selama ini berperan penting dalam menjaga aktivitas keagamaan di masjid dan surau.
Tugas mereka sering kali tidak terlihat secara luas oleh masyarakat, namun kontribusinya sangat besar. Mulai dari menjaga kebersihan rumah ibadah, membantu penyelenggaraan ibadah, hingga memastikan kegiatan keagamaan berjalan dengan baik.
Pada siang harinya, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan kepada para guru pendidikan Al-Qur’an yang mengajar di TPA, TPS, dan MDA. Sebanyak 206 guru menerima bantuan dalam program tersebut.
Secara keseluruhan, sebanyak 496 orang menerima manfaat dari program zakat Ramadhan Berkah yang diselenggarakan oleh BAZNAS Padang Pariaman.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki peran penting sebagai instrumen kesejahteraan sosial yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Kehadiran Pemimpin Daerah sebagai Dukungan Nyata
Acara penyaluran zakat ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis.
Kehadiran kepala daerah dalam kegiatan tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap penguatan sistem pengelolaan zakat di daerah.
Bupati didampingi oleh berbagai unsur pemerintah daerah, mulai dari staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, hingga para camat dan wali nagari.
Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh jajaran pengurus BAZNAS Padang Pariaman, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Padang, serta berbagai tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan zakat bukan hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga saja, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.
Zakat sebagai Instrumen Pembangunan Sosial
Dalam sambutannya, Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa zakat memiliki peran yang sangat penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang sangat besar.
Zakat dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mengurangi kesenjangan sosial.
“Dana yang dihimpun oleh BAZNAS akan disalurkan melalui berbagai program seperti kesehatan, kemanusiaan, pendidikan, dan program sosial lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Padang Pariaman,” ungkap Bupati.
Ia juga berharap bahwa penyaluran zakat dapat tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi para penerima.
Bupati menambahkan bahwa para garin, bilal, dan guru TPA memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kehidupan keagamaan masyarakat.
Karena itu, perhatian terhadap mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi spiritual masyarakat.
Motivasi bagi Para Pengabdi Keagamaan
Bantuan yang diberikan melalui program Ramadhan Berkah tidak hanya dimaksudkan untuk membantu kebutuhan ekonomi para penerima.
Lebih dari itu, bantuan tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi para garin, bilal, dan guru TPA untuk terus menjalankan tugas mulia mereka.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para penerima dan menjadi motivasi bagi para garin, bilal serta guru TPA dalam terus mengabdi dan mensyiarkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ujar Bupati.
Pernyataan tersebut disambut dengan rasa haru oleh para penerima bantuan.
Bagi mereka, perhatian dari pemerintah daerah dan masyarakat merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian yang selama ini mereka lakukan.
Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat
Sementara itu, Ketua BAZNAS Padang Pariaman, M. Defriadi, menjelaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh BAZNAS.
Program tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.
Ia memaparkan bahwa setiap garin dan bilal menerima bantuan sebesar Rp500.000 per orang.
Dengan jumlah penerima sebanyak 290 orang, total dana yang disalurkan mencapai Rp145 juta.
Sedangkan untuk para guru TPA, TPS, dan MDA, sebanyak 206 orang juga menerima bantuan sebesar Rp500.000 per orang, dengan total dana yang disalurkan mencapai Rp103 juta.
Secara keseluruhan, program ini menyalurkan dana zakat dalam jumlah yang cukup signifikan untuk membantu para penggerak kegiatan keagamaan di masyarakat.
Penghimpunan Zakat yang Terus Meningkat
Defriadi juga mengungkapkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, BAZNAS Padang Pariaman berhasil menghimpun dana ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) dalam jumlah yang cukup besar.
Total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2.583.978.189.
Dari jumlah tersebut, BAZNAS telah menyalurkan dana sebesar Rp1.170.837.165 melalui berbagai program sosial.
Program-program tersebut meliputi bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa zakat memiliki potensi besar sebagai instrumen pembangunan sosial jika dikelola secara profesional dan transparan.
Perlindungan Sosial bagi Penggerak Keagamaan
Selain menyalurkan bantuan zakat, BAZNAS Padang Pariaman juga menghadirkan inovasi melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam program tersebut, para garin, bilal, guru TPA, serta pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selama tiga bulan ke depan.
Langkah ini merupakan bentuk perlindungan sosial bagi para penggerak kegiatan keagamaan yang selama ini berkontribusi besar bagi masyarakat.
“Secara keseluruhan hampir 800 orang di Kabupaten Padang Pariaman kami cover dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Defriadi.
Program ini menjadi langkah inovatif dalam memberikan jaminan sosial kepada kelompok masyarakat yang selama ini sering luput dari perlindungan formal.
Membangun Ekosistem Kepedulian Sosial
Program Ramadhan Berkah yang dilaksanakan oleh BAZNAS Padang Pariaman menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun ekosistem kepedulian sosial.
Ketika zakat dikelola secara baik dan disalurkan secara tepat sasaran, dampaknya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Program seperti ini juga dapat memperkuat solidaritas sosial serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Menebar Berkah Ramadhan untuk Semua
Kegiatan penyaluran zakat tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan serta penyerahan bantuan zakat secara simbolis kepada para penerima manfaat.
Momen tersebut menjadi simbol bahwa zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk memperkuat kesejahteraan umat.
Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin terasa kuat di tengah masyarakat Padang Pariaman.
Melalui pengelolaan zakat yang profesional dan program-program yang tepat sasaran, harapan untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera bukanlah hal yang mustahil.
Karena pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun harapan, memperkuat persaudaraan, dan menebarkan keberkahan bagi seluruh umat. | PkdpNews.Com | Kominfo | *** |


1 Comment
oke