PkdpNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Suksesnya peresmian Ruang Publik Situ Kulong Minyak Manggar yang dirangkaikan dengan Bazar UMKM dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2025/2026 menjadi momentum penting bagi pembangunan sosial dan ekonomi Kabupaten Belitung Timur.
Kegiatan yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan akhir tahun, tetapi juga memunculkan kembali diskursus publik tentang perlunya inovasi ekonomi berskala lebih besar dan berkelanjutan di daerah berjuluk Bumi Satu Hati Bangun Negeri ini.
Di tengah euforia keberhasilan penyelenggaraan bazar UMKM, muncul suara harapan dari masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Belitung Timur tidak berhenti pada kegiatan jangka pendek, melainkan mampu menginisiasi agenda ekonomi rakyat yang lebih luas, terstruktur, dan berdampak jangka panjang.
Salah satu suara tersebut datang dari Rajo Ameh, warga Belitung Timur, yang menilai bahwa keberhasilan bazar UMKM di kawasan Situ Kulong Minyak seharusnya menjadi pintu masuk bagi kebangkitan kembali event ekonomi berskala besar seperti Pekan Raya Manggar.
“Usai diresmikannya Situ Kulong Minyak yang dimeriahkan oleh bazar UMKM, kita berharap Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bisa menginisiasi sesuatu yang lebih luas lagi.
Kalau dulu ada namanya Pekan Raya Manggar yang pernah diadakan secara berkala setiap tahun, dengan durasi kegiatan selama satu bulan penuh, seperti Jakarta Fair yang diselenggarakan oleh Pemerintah DKI Jakarta dan dilaksanakan oleh pihak ketiga,” ujar Rajo Ameh.
Menurutnya, Pekan Raya Manggar bukan sekadar nostalgia masa lalu, melainkan contoh konkret bagaimana sebuah agenda ekonomi dapat menggerakkan berbagai sektor secara simultan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dihidupkan kembali dan dilaksanakan secara permanen, terlepas dari pergantian kepala daerah.
“Kita berharap seperti kegiatan Pekan Raya Manggar dapat terus diadakan secara permanen walaupun pejabat bupati berganti.
Program-program bupati terdahulu yang memang terbukti bisa mengangkat pergerakan ekonomi, kalau bisa rutin dilaksanakan karena kegiatan itu jelas mengangkat dan memutar roda ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Secara historis, Pekan Raya Manggar pernah diselenggarakan sekitar tahun 2011, pada masa kepemimpinan Bupati Basuri Tjahaja Purnama.
Pada masa itu, kegiatan tersebut dirancang sebagai agenda tahunan yang menghadirkan pelaku usaha, UMKM, serta peserta pameran dari dalam dan luar Pulau Belitung.
Bahkan, menurut Rajo Ameh, pada saat itu muncul cita-cita agar Pekan Raya Manggar dapat berkembang menjadi agenda berskala nasional.
“Kegiatan Pekan Raya Manggar waktu itu, kalau tidak salah, pernah diadakan sekitar tahun 2011 di zamannya kepemimpinan Basuri Tjahaja Purnama.
Bahkan dulu beliau bercita-cita untuk melaksanakan Pekan Raya Manggar berskala nasional. Pada pelaksanaannya secara rutin sejak tahun 2011, banyak peserta datang dari luar Pulau Belitung.
Kalau sudah begitu, artinya ekonomi Belitung Timur sudah punya pengaruh dari luar yang akan semakin mudah untuk berputar,” jelas Rajo Ameh.
Pandangan tersebut mencerminkan kesadaran masyarakat bahwa perputaran ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan aktivitas harian atau event berskala kecil.
Dibutuhkan inovasi kebijakan dan keberanian pemerintah daerah untuk menciptakan agenda ekonomi yang mampu menarik arus barang, jasa, dan manusia dari luar daerah.
“Kalau kita tidak melakukan inovasi hal-hal yang bersifat ekonomi, maka sulit rasanya memutar roda ekonomi masyarakat.
Apalagi kegiatan seperti bazar ini sifatnya temporer. Pemerintah kabupaten perlu memikirkan sebuah inovasi baru seperti Pekan Raya Manggar yang secara nyata memutar roda perekonomian, bahkan para pelaku ekonomi juga masuk ke Belitung Timur melalui kegiatan tersebut,” papar Rajo Ameh.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur sendiri baru saja mencatatkan keberhasilan melalui penyelenggaraan Peresmian Ruang Publik Situ Kulong Minyak Manggar yang dirangkaikan dengan Bazar UMKM dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Kegiatan ini berlangsung selama sepuluh hari, terhitung sejak 25 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, dan seluruh rangkaian acara dipusatkan di kawasan Situ Kulong Minyak Manggar, Kecamatan Manggar.
Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai ruang terbuka biasa kini bertransformasi menjadi ruang publik representatif yang memadukan fungsi rekreasi, sosial, budaya, dan ekonomi.
Peresmian Situ Kulong Minyak menandai keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga produktif secara ekonomi.
Bazar UMKM yang menjadi bagian integral dari kegiatan tersebut terbukti mampu menarik perhatian masyarakat luas.
Sebanyak 86 pelaku UMKM dari Belitung Timur dan daerah sekitarnya turut ambil bagian dengan menempati 44 gerai tenda yang disediakan panitia.
Beragam produk lokal dipamerkan dan dipasarkan, mulai dari kuliner khas daerah, makanan olahan, kerajinan tangan, produk fesyen, hingga aneka produk kreatif berbasis kearifan lokal.
Antusiasme pengunjung terlihat dari padatnya kawasan Situ Kulong Minyak, terutama pada sore hingga malam hari.
Bagi pelaku UMKM, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan penjualan, memperluas jaringan pasar, serta memperkenalkan produk mereka kepada konsumen baru.
Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mendukung penguatan UMKM melalui penyediaan ruang-ruang promosi dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Menurutnya, UMKM merupakan sektor strategis yang harus terus diberdayakan sebagai fondasi ekonomi daerah.
“Melalui Bazar UMKM Akhir Tahun 2025 ini, kawasan Situ Kulong Minyak telah menjadi pusat aktivitas UMKM dan penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Kamarudin.
Ia menegaskan bahwa pembangunan ruang publik seperti Situ Kulong Minyak merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem ekonomi rakyat yang inklusif.
Ruang publik tidak hanya difungsikan sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Memasuki tahun 2026, Bupati Kamarudin mengajak seluruh perangkat daerah untuk memperkuat dukungan terhadap UMKM secara konsisten dan berkesinambungan.
Dukungan tersebut tidak hanya berupa penyediaan ruang, tetapi juga pendampingan, pelatihan, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar.
“Pemerintah daerah akan selalu hadir dan mendampingi, namun keberhasilan UMKM sangat ditentukan oleh semangat dan konsistensi para pelakunya sendiri.
UMKM harus terus berinovasi, menjaga kualitas produk, serta memanfaatkan setiap peluang yang ada,” tambahnya.
Selain bazar UMKM, rangkaian kegiatan di Situ Kulong Minyak juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan rakyat dan pertunjukan seni tradisional. Penampilan Barongsai Hong Shi Beltim menjadi simbol keberagaman dan toleransi, sejalan dengan semangat perayaan Natal dan Tahun Baru.
Hiburan lainnya seperti musik band tunggal, karaoke live, serta penampilan spesial Musik Klare pada malam penutupan semakin menambah daya tarik acara.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib berkat dukungan petugas keamanan, kebersihan, serta pengatur lalu lintas.
Sinergi lintas sektor ini menunjukkan bahwa pengelolaan event publik berskala besar dapat dilakukan secara profesional dan terukur.
Rangkaian Peresmian Ruang Publik dan Bazar UMKM ini secara resmi ditutup oleh Bupati Belitung Timur.
Penutupan tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang representatif serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM.
Meski kegiatan resmi telah berakhir, aktivitas Bazar UMKM di kawasan Situ Kulong Minyak tetap berlanjut hingga 13 Januari 2026, dengan pengelolaan dan promotor kegiatan dilaksanakan oleh pihak ketiga.
Keberlanjutan ini menunjukkan bahwa kawasan Situ Kulong Minyak memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi kreatif yang hidup sepanjang tahun.
Dalam perspektif yang lebih luas, keberhasilan bazar UMKM dan munculnya kembali gagasan Pekan Raya Manggar menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa pembangunan ekonomi daerah membutuhkan kesinambungan kebijakan dan inovasi berkelanjutan.
Suara masyarakat seperti yang disampaikan Rajo Ameh menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah daerah agar berani melangkah lebih jauh, menggabungkan keberhasilan program saat ini dengan pengalaman masa lalu yang terbukti efektif.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Belitung Timur memiliki peluang besar untuk menghadirkan agenda ekonomi rakyat berskala regional bahkan nasional.
Dari Situ Kulong Minyak hingga gagasan Pekan Raya Manggar, harapan itu kini kembali mengemuka: menjadikan Belitung Timur sebagai daerah yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga kuat dan mandiri secara ekonomi. | PkdpNews.Com | */Redaksi | *** |


1 Comment
oke