PkdpNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Keputusan Panitia Besar Porprov VII 2026 yang hanya memasukkan 18 cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menimbulkan kekecewaan mendalam dari berbagai kalangan.
Beberapa cabor yang sedang berkembang di Babel, seperti senam, panjat tebing, tenis meja, sepak takraw, barongsai, bridge, dan wushu, terpaksa tidak dipertandingkan pada ajang bergengsi tersebut.
Keputusan ini dinilai sebagai kemunduran besar bagi dunia olahraga di Babel, terutama bagi atlet dan pengurus yang telah mempersiapkan diri dengan penuh semangat.
Hendro Liu : “Kekecewaan Besar, Ini Tentu Menghambat Kemajuan Olahraga di Babel”
Hendro Liu, Ketua KONI Belitung Timur, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya terkait keputusan ini.
Dalam Pembukaan Turnamen Bola Voli Liga Beltim I 2025 di GOR Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kecamatan Damar, Senin (20/10/2025) lalu, Hendro mengungkapkan bahwa keputusan ini menjadi pukulan bagi semua pihak yang terlibat dalam dunia olahraga di Babel.
Ia mengatakan bahwa banyak cabang olahraga yang tidak bisa diakomodir oleh panitia Porprov 2026, padahal pengurus dan atlet di seluruh daerah sudah mempersiapkan diri untuk berlaga.
“Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama. Kalau begini caranya, olahraga, khususnya di Bangka Belitung, nggak akan maju-maju,” ujar Hendro dengan nada kecewa.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), beberapa cabang olahraga yang kini batal dipertandingkan masih dibahas dan diinginkan untuk dilaksanakan.
Namun, saat Rakornis terakhir, beberapa cabor tersebut justru dihilangkan tanpa ada alasan yang jelas.
“Kami sangat kecewa. Cabang-cabang seperti senam dan panjat tebing adalah cabang olahraga yang dipertandingkan di skala nasional, baik yunior maupun senior. Tapi, di tingkat provinsi seperti ini, justru tidak mendapatkan perhatian yang layak,” tambah Hendro.
Rajo Ameh : “Ini Kemunduran Olahraga di Babel”
Kekecewaan serupa juga datang dari Rajo Ameh, seorang yang mencintai olahraga Tenis Meja dan pernah menggeluti olahraga tersebut sewaktu berkiprah di Jakarta, mengatakan sangat disayangkan keputusan tersebut, apalagi beberapa pelatih telah mempersiapkan segalanya agar bisa tampil di ajang bergengsi Porprov Babel yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 mendatang,” ujar Rajo Ameh.
Rajo Ameh juga menganggap keputusan ini sebagai langkah mundur bagi dunia olahraga di provinsi ini.
“Ini kemunduran besar, terutama bagi atlet dan pelatih yang sudah bekerja keras. Kita bicara tentang pengembangan olahraga yang sudah mulai berkembang, seperti senam, panjat tebing, dan sepak takraw. Tapi, malah dikesampingkan begitu saja,” ujar Rajo Ameh dengan tegas.
Menurutnya, banyak atlet yang telah mempersiapkan diri dengan giat dan berharap ajang Porprov 2026 menjadi kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan bakat.
Namun, kini mereka harus menunggu lebih lama lagi untuk bisa bersaing di tingkat provinsi.
“Ada banyak atlet muda yang siap bertanding dan telah menyiapkan segala sesuatunya. Namun, dengan keputusan ini, mereka harus menunggu lagi. Olahraga harus dilihat secara serius, bukan hanya dari sisi popularitas atau politik semata,” tambah Rajo Ameh.
Rakornis : Hanya 18 Cabor yang Dipertandingkan
Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Persiapan Pelaksanaan Porprov VII Babel yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (15/10/2025) lalu memutuskan hanya ada 18 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov VII tahun 2026 mendatang.
Ke-18 cabor tersebut adalah Atletik, Pencak Silat, Menembak, Taekwondo, Renang, Bulutangkis, Karate, Tenis, Bola Basket, Sepakbola Putra, Biliar, Catur, Drum Band, Panahan, Bola Voli/Voli Pasir, Tinju, Balap Sepeda, dan Gulat.
Namun, beberapa cabang olahraga yang sebelumnya diharapkan dapat dipertandingkan, seperti senam, panjat tebing, tenis meja, sepak takraw, barongsai, bridge, dan wushu, tidak mendapatkan tempat.
Padahal, menurut Hendro, banyak pengurus kabupaten/kota yang sudah siap untuk mengikuti kejuaraan ini dan memiliki atlet yang potensial.
Kekecewaan Meluas : Olahraga di Babel Butuh Perhatian Serius
Keputusan ini tidak hanya disesali oleh Hendro Liu dan Rajo Ameh saja, tetapi juga dirasakan oleh banyak pelatih, pengurus cabor, dan atlet di seluruh Babel.
Bagi mereka, keputusan ini seperti menutup pintu bagi kesempatan untuk berkembang lebih jauh.
Selain itu, mereka khawatir akan adanya ketidakadilan dalam pengelolaan olahraga di provinsi ini yang justru akan memperburuk kualitas kompetisi di masa depan.
“Makanya dari awal saya katakan, kalau olahraga mau maju, jangan ada permainan politik di dalamnya. Kalau sekarang banyak dramanya, siapa yang jadi korban? Atlet kita,” ujar Hendro dengan nada tinggi.
Ia berharap agar Panitia Besar Porprov VII 2026 dapat meninjau ulang keputusan tersebut, mengingat keputusan ini akan berdampak besar pada perkembangan prestasi olahraga di Babel.
Harapan untuk Perbaikan : Fokus pada Pengembangan Olahraga Secara Inklusif
Sejumlah penggiat olahraga dan pengurus cabor mengusulkan agar ke depan, panitia lebih mengedepankan dialog terbuka dengan berbagai komunitas olahraga, baik yang sudah mapan maupun yang sedang berkembang.
Hal ini penting agar keputusan yang diambil dapat mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat olahraga Babel.
Selain itu, mereka berharap agar ajang-ajang kompetisi lain bisa diadakan untuk cabang-cabang yang tidak dipertandingkan dalam Porprov VII 2026.
“Penting untuk memberi kesempatan pada semua cabang olahraga berkembang, baik yang populer maupun yang baru muncul,” ujar seorang pelatih yang enggan disebutkan namanya.
Bagi Rajo Ameh, Hendro Liu, dan banyak pihak lainnya, harapan terbesar mereka adalah agar Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan seluruh pemangku kepentingan memberikan perhatian lebih terhadap dunia olahraga di Babel.
Mereka meminta agar olahraga tidak hanya dilihat sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat prestasi dan kebanggaan daerah.
“Jangan biarkan olahraga kita mundur. Kami ingin Babel menjadi provinsi yang maju, tidak hanya di bidang pariwisata, tapi juga di bidang olahraga yang beragam dan berprestasi,” tutup Hendro, menegaskan harapan agar olahraga Babel bisa semakin berkembang dan berprestasi di masa depan. | PkdpNews.Com | */Redaksi | *** |


1 Comment
oke