PkdpNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem, Banjir, dan Tanah Longsor untuk yang kedua kalinya.
Keputusan ini dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Padang Pariaman Nomor 388/KEP/BPP/2025, yang ditandatangani oleh Bupati John Kenedy Azis pada tanggal 13 Desember 2025 lalu.
Perpanjangan yang berlaku mulai 14 hingga 20 Desember 2025 ini merupakan langkah lanjutan dari status tanggap darurat yang pertama (7–13 Desember 2025) dan status awal yang ditetapkan pada 23 November 2025 lalu.
Tindak Lanjut Pencarian Korban dan Penanganan Darurat
Perpanjangan status tanggap darurat ini diambil dengan mempertimbangkan dua faktor utama yang masih memerlukan perhatian penuh.
Pertama, upaya pencarian terhadap satu korban yang masih hilang akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Kedua, perlunya penanganan darurat yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban, membuka akses yang terganggu, serta stabilisasi situasi kehidupan masyarakat yang terdampak.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 22–28 November 2025 telah memberikan dampak yang luar biasa.
Sampai dengan pembaruan data terakhir pada 14 Desember 2025, tercatat bahwa 45 jiwa meninggal dunia, dengan satu korban masih dalam pencarian, dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka. Lebih dari 34.000 jiwa terdampak bencana ini, dengan 848 jiwa masih mengungsi hingga 13 Desember 2025.
Selain itu, sebanyak 4.842 unit rumah rusak, dengan kerusakan mencapai Rp 1,245 triliun.
Kerusakan infrastruktur juga tidak kalah signifikan, dengan 29 ruas jalan dan 43 jembatan rusak parah, serta 69 unit irigasi dan bendungan yang turut mengalami kerusakan.
Dampak sosial pun terasa, dengan tiga unit fasilitas pendidikan dan 11 fasilitas ibadah yang hancur total.
Konsolidasi Sumber Daya untuk Pemulihan Cepat
Dalam menghadapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tidak bekerja sendiri.
Tim gabungan dari berbagai sektor, mulai dari Pemerintah Daerah, instansi vertikal, lembaga sosial, hingga organisasi masyarakat, telah bergotong royong dalam memulihkan kondisi darurat ini.
Prioritas utama adalah melanjutkan evakuasi, pendataan, dan pencarian korban hilang di lokasi-lokasi yang terdampak, khususnya di sekitar Sungai Batang Anai.
Selain itu, Pos Pelayanan, Pos Kesehatan, dan Dapur Umum terus beroperasi untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap tercukupi.
Pembersihan lokasi dari material longsoran dan lumpur, serta pemulihan akses jalan dan jembatan yang terputus menjadi bagian integral dari upaya rehabilitasi yang sedang dilakukan.
Pemerintah Daerah juga telah mengadakan koordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, serta memulai rencana pembangunan 111 unit hunian sementara bagi para korban yang kehilangan rumah.
Sinergi Pembiayaan dalam Penanganan Bencana
Semua upaya pemulihan dan penanganan bencana ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Padang Pariaman, serta dana lainnya yang sah dan tidak mengikat pada tahun anggaran 2025.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kembali Padang Pariaman yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Membangun Kembali dengan Semangat Gotong Royong
Di tengah cobaan yang berat, masyarakat Padang Pariaman menunjukkan kekuatan dan ketangguhan luar biasa.
Dalam situasi darurat ini, semangat gotong royong dan kerja sama antar berbagai pihak menjadi fondasi utama dalam pemulihan.
Inovasi sosial yang digerakkan oleh berbagai organisasi dan lembaga juga memainkan peran penting dalam memberikan solusi praktis untuk masalah yang ada, mulai dari distribusi bantuan hingga pembangunan infrastruktur darurat.
Tidak hanya itu, pemanfaatan teknologi dan data yang akurat juga membantu mempercepat proses pemulihan dan pencarian korban.
Hal ini menjadi bukti bahwa di balik setiap bencana, ada peluang untuk berinovasi dan memperbaiki sistem yang ada, menjadikan masyarakat lebih siap menghadapi risiko serupa di masa mendatang.
Kesimpulan: Optimisme dalam Pemulihan
Perpanjangan status tanggap darurat ini bukan hanya sebuah langkah administratif, melainkan juga simbol semangat optimisme yang tak pernah padam.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama seluruh elemen masyarakat dan mitra kerja terus bergerak maju, dengan tujuan membangun kembali kehidupan yang lebih baik dan lebih tahan bencana.
Dalam proses pemulihan ini, setiap individu, organisasi, dan institusi diharapkan untuk terus berperan aktif, memperlihatkan inovasi dan kreativitas untuk mewujudkan Padang Pariaman yang lebih tangguh, berdaya, dan sejahtera.
Di balik setiap bencana, selalu ada potensi kebangkitan yang lebih besar.
Semangat gotong royong ini harus terus hidup, karena hanya dengan kerja sama, kita dapat mengubah krisis menjadi peluang untuk tumbuh lebih kuat dan lebih baik. | PkdpNews.Com | */Redaksi | *** |


1 Comment
oke