PkdpNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) di dua kabupaten yang tengah panas, yakni Kabupaten Kuningan dan Belitung Timur, kini menjadi sorotan publik. Di kedua daerah ini, seleksi untuk menentukan siapa yang akan memegang kendali tertinggi birokrasi semakin menuju tahap akhir.
Meskipun proses seleksi dilakukan secara transparan dan berdasarkan sistem Manajemen Talenta (MT), ketegangan antara para kandidat semakin meningkat, mengingat jabatan ini memiliki pengaruh besar terhadap arah dan keberlanjutan kebijakan pemerintah daerah.
Kuningan: Tiga Nama Teratas Memasuki Babak Penentuan
Perebutan posisi Sekda Kabupaten Kuningan memasuki babak yang penuh dinamika, dengan tiga kandidat terkuat yang kini bersaing ketat untuk memimpin birokrasi daerah.
Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan birokrasi, nama Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Sekda sekaligus Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, muncul di posisi pertama.
Menurut Bupati Kuningan, Dian, meskipun hasil seleksi telah mengerucut pada tiga besar, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari tim pansel Komite ASN.
“Kita hanya menerima tiga besar. Saya belum mendapatkan informasi lebih lanjut karena tim pansel dari Komite ASN masih bekerja.
Prosedurnya dari 12 menjadi tiga besar, nah yang tiga besar ini nanti oleh tim pansel akan diserahkan ke kami. Kita tunggu saja hasilnya, sementara belum ada nama yang keluar,” ujar Bupati Dian saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (28/10).
Sumber internal juga menyebutkan bahwa hasil penilaian Manajemen Talenta (MT) telah diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk tahap expose dan verifikasi lanjutan.
Setelah rekomendasi dari BKN diterima, Bupati Kuningan akan menentukan satu nama yang kemudian diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jawa Barat sebelum pelantikan resmi yang diperkirakan akan berlangsung pada awal November 2025.
Harapan Baru Birokrasi Kuningan
Seleksi Sekda ini bukan hanya soal memilih pemimpin administratif, namun juga menjadi simbol reformasi birokrasi yang tengah digalakkan oleh Pemkab Kuningan.
Birokrasi yang bersih, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat adalah harapan utama yang digaungkan dalam seleksi ini.
Tiga kandidat yang berada di posisi teratas, termasuk Dr. Wahyu Hidayah, diharapkan mampu membawa Pemkab Kuningan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih profesional dan dapat merespons tantangan zaman.
Menariknya, proses seleksi ini bukan hanya dipandang sebagai soal teknis, namun juga sebagai momentum untuk mewujudkan visi “Kuningan Melesat”, yang bertujuan membawa daerah ini ke arah yang lebih maju dan lebih terkelola dengan baik.
Nama-nama yang bersaing diharapkan bisa menjadi motor penggerak perubahan dalam tata kelola pemerintahan Kuningan yang lebih bersih, transparan, dan berkelas.
Belitung Timur: Dinamika dan Harapan pada Sekda Idaman
Di Belitung Timur, situasi serupa juga sedang berlangsung. Pemilihan Sekda untuk menggantikan posisi yang krusial ini menjadi perhatian publik.
Bupati Kamarudin Muten, dalam beberapa kesempatan, menyebut bahwa Sekda yang terpilih harus bisa menjadi “Sekda Idaman” yang tidak hanya memenuhi kriteria teknis, tetapi juga diterima oleh semua pihak.
Ini termasuk masyarakat, media, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM), yang selama ini memiliki pengaruh signifikan dalam memantau dan mengkritisi jalannya pemerintahan daerah.
Seperti halnya di Kuningan, di Belitung Timur juga diharapkan adanya pemimpin birokrasi yang mampu bekerja dengan baik, mengelola anggaran daerah dengan transparan, serta menjadi sosok yang bisa menjadi jembatan antara eksekutif dan masyarakat.
Harapan masyarakat terhadap “Sekda Idaman” ini sangat besar, mengingat posisi Sekda tidak hanya sebagai jabatan karir administratif, tetapi juga memiliki dimensi publik dan politik yang tidak bisa dipisahkan.
Keduanya Sama-sama Menunggu Keputusan Akhir
Dua kabupaten yang tengah berkompetisi ini menyadari bahwa pemilihan Sekda bukan sekadar ajang perebutan jabatan, tetapi juga menentukan arah pembangunan dan keberlanjutan pemerintahan di daerah.
Di Kuningan, tiga nama yang memimpin dalam seleksi Manajemen Talenta (MT) bakal menjalani verifikasi dan rekomendasi dari BKN, sementara di Belitung Timur, proses pemilihan Sekda mengarah pada pemilihan sosok yang dapat mewakili kepentingan publik dan menjadi figur yang diterima oleh semua kalangan.
Perebutan kursi Sekda di kedua daerah ini menandakan pentingnya memilih pemimpin birokrasi yang tidak hanya mengandalkan kapasitas administratif, tetapi juga kemampuan untuk menjalin hubungan dengan berbagai stakeholder.
Pemerintahan yang baik dan efektif bukan hanya bergantung pada satu individu, tetapi juga pada kesediaan seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama.
Kini, publik menunggu keputusan akhir, siapa yang akan menduduki kursi Sekda di Kuningan dan Belitung Timur.
Bagi kedua kabupaten, proses ini bukan sekadar soal siapa yang terpilih, tetapi bagaimana keputusan ini akan berdampak pada pembangunan dan kemajuan daerah di masa mendatang. | PkdpNews.Com | */Redaksi | *** |


1 Comment
oke